“NikmatKu yang mana yang kamu dustakan?”

You may also like...

21 Responses

  1. shidiq says:

    subhanallah….. segala puji hanya milik allah swt.
    sengguh menyentuh qolbu……

  2. anto sang dije by tkj_5 says:

    al-hamdulillah…ajiiieb bangetzzz pak artikel yang bapak bikin pada kesempatan hari ini, sampe menyentuh hati dan pikiran ane untuk selalu berfikir dan berinpirasi bahwasannya nikmat Allah SWT itu banyak dan kita pun bila di suruh menyebutkan dan bahkan menghitung nikmatnya mukin tidak bisa dan pasti tidak bisa karena saking banyaknya nikmat yang Allah telah berikan kepada kita.pesan ane buat pak Oleh Solihin_agar selalu dalam rahmat Allah SWT.dan selalu exix didalam membuat artikelnya.

    • osolihin says:

      Alhamdulillah. Semoga bermanfaat buat semuanya ya (termasuk Susanto) :-)
      Terima kasih juga atas doanya. Semoga Susanto dkk bisa menulis dan terus menulis tentang semua hal yang bermanfaat. Salma sukses dan barokah :-)

  3. sungguh hebat firman allah. semoga kita selalu di berikan kemudahan untuk mensyukuri nikmat allah, karna dapat kita ambil kutipan dari Qs. ibrahim(14):7 di atas seandainya kita tidak bersyukur maka kita termasuk orang-orang yang kufur dan azab yang sanggat pedihlah yang di timpahkan kepada kita.. semoga kita bukan termasuk orang-orang yang kufur, aminnn.

  4. Imron Prayogi says:

    subhanallah, isi artikelnya cukup mengena di hati saya. bagian yang berkesan dari tulisan ini adalah mengingatkan saya untuk tetap menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah di setiap waktu dan kondisi. terkadang diri kita memang membutuhkan orang lain untuk membangkitkan semangat kita untuk terus optimis dalam menjalani hidup.dengan membaca tulisan ini, saya anggap sebagai nasehat sekaligus motivasi untuk lebih bersyukur kepada-Nya. setahu saya esensi dari syukur adalah memanfaatkan pemberian dari Allah (penglihatan, hati, pendengaran, dan anggota tubuh lainnya)untuk aktivitas-aktivitas yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat bagi orang lain. saya akui bahwa masa muda ini adalah masa yang labil. masa dengan yang mudah terpengaruh dengan sesuatu yang baru (yang lagi trend anak muda masa kini)yang belum tentu semuanya kebaikan. dengan membaca artikel ini mengingatkan saya untuk meningkatkan membaca buku. bagi saya membaca buku adalah salah satu cara untuk menghindari pikiran dari hal-hal yang negatif yang hanya buang-buang waktu.satu bagian dari tulisan ini yang membuat saya respek yakni mengingatkan saya untuk membangun budaya muhasabah diri, merenungkan apa saja yang kita lakukan hari ini, apakah perilaku baik kita lebih baik dari hari sebelumnya atau sebaliknya. apakah kualitas ibadah kita kepada Allah semakin meningkat atau semakin menurun. itulah sekelumit pentingnya muhasabah diri. menurut saya untuk membuat agar kualitas hidup kita dari hari ke hari semakin meningkat, baik hubungan kepada Yang Maha Pemurah dan hubungan kepada sesama adalah dengan membangun budaya musahabah diri. dengan muhasabah diri juga dapat menumbuhkan rasa muraqabah (merasa selalu diawasi oleh Allah di segala gerak langkah kita). dengan rasa muraqabah itulah yang akhirnya membuat kita lebih bijak dalam menyikapi hidup di dunia ini.
    semoga bermanfaat yaa..
    tetap semangat dan terus berkarya untuk Ummat
    (Imron Prayogi)

    • osolihin says:

      Alhamdulillah. Terima kasih atas apresiasinya ya, Imron. Semoga insya Allah ada manfaat yang bisa diambil dari artikel ini. Khususnya untuk saya pribadi sebagai penulisnya, umumnya untuk siapa saja yang sudah membacanya.

  5. yatsin says:

    subhanallah….
    saat saya melihat tulisan bapak, saya menyadari sudah berapa banyak nikmat Allah SWT yang telah di berikan.
    dalam surat al-ankabut(29):2-3)di jelaskan“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” dan saya tidak mau menjadi golongan orang-orang yang termasuk berdusta di dalamnya.

  6. Triono ABY says:

    SUBHANALLAH, SUBHANALLAH, SUBHANALLAH. Hanya kata itu yang terlintas saat pertama kali saya membaca tulisan anda ini pak Oleh.S, tulisan anda ini sangat menginspirasi dan memotifasi bagi para pembacanya termasuk saya sendiri Triono ABY.
    Jangan pernah bosan/berhenti untuk menulis kata-kata seperti ini lagi ya pak SALAAAM dari Triono ABY, SEMOGA SUKSESSS SELALU !!!

    • osolihin says:

      Alhamdulillah jika artikel ini ada manfaatnya buat Triono ABY (dan juga semua pembaca lainnya) :-)
      Terima kasih atas apresiasinya ya. Triono dkk juga insya Allah bisa menulis seperti ini (bahkan lebih bagus lagi) jika terus berlatih menulis dan terus belajar memperluas wawasan. Tetap semangat! :-)

  7. Fitri Apriyani says:

    Subhanallah, semoga dengan adanya tulisan bapak ini, bisa dapat menginspirasi siapapun yang membacanya termasuk saya sendiri, agar selalu tetap bersyukur atas segala nikmat yang di berikan oleh Allah SWT dan semoga kami bisa menjadi orang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Amin Ya Allah

  8. Nur Fitriani says:

    Subhanallah…Masyaallah…
    Tiada kesan yang dapat saya sampaikan saat membaca artikel bapak ini,hanya sepatah ucapan (Subhanallah…Allah memang Maha segalanya)dengan berbagai janis kenikmatan yang terlimpah kembali terlintas mewarnai fikiran dan hati saya, meski tak semua dapat teringat.
    Sangatlah banyak kenikmatan yang tercurahkan kepada kita semua yang tak mungkin di urai satu per satu dan tak bisa di pungkiri.Saya hanya bisa berdo’a semoga allah memberikan kepada semua hambaNya rasa bersyukur disetiap nikmat yang di berikanNya..amiin.
    Dan semoga artikel bapak ini senantiasa mengingatkan kita akan nikmat-nikmat allah yang telah terlimpah.amiin

  9. Ruslan Hakim says:

    Alhamdulilah saya dapat pelajaran dari bacaan yang pak oleh tulis, semoga mengalir keberkahan buat pak oleh setiap orang yang membaca dan mengamalkan tulisan ini…amiiiin.

    pernah saya melihat acara di sebuah stasiun Televisi swasta dengan tajuk motivasi, kalimat yang dikatakan oleh seorang motivator yang sangat terkenal itu berbunyi “mengapa kita selalu mengeluh, mengeluhlah lalu kemudian bersyukur, dibalik beratnya membina rumah tangga ada anak yang patut disyukuri. Beberapa minggu lalu bapak Abdul Rahman Gayo menyampaikan kutum yang isinya “1 dari 4 sifat orang yang gagal adalah karena dia sering mengeluh” dua kali kultum ini disamapaikan.. sayang pada kesempatan itu nggak ada tanya jawab, pak Oleh apa pendapat pak oleh mengenai “mengeluh kemudian bersyukur”
    sukran.. ^_^

  10. alan says:

    merinding Pak,ternyata begitu banyak nikmat yang sering saya lupakan. terima kasih buat tulisannya Pak. Saya tunggu tulisan penggugah hati selanjutnya.

  11. Riansuhud says:

    subhanallah artikel yang bapak tulis begitu menyentuh qolbu saya, semoga para pembaca yang lain pun mendapatkan manfaat dari tulisan bapak tersebut, seperti yang saya rasakan. saya cuma bisa mengacungkan jempol buat bapak..
    maju terus paaaak..:)

  12. hanif movic says:

    Memang apa bila kita mensyukuri nikamt yang sudah Allah berikan kepada kita rasanya lebih indah dan sangat bermanfaat. akan tetapi apabila kita mengkufuri nikmat Allah adzab Allah lah yang akan menyarng ke tubuh kita. muadah-mudahan kita bisa bersukur dengan apa yang telah Allah berikan. amien…

  13. namikaze yunus minanto menyukai tulisan anda

  14. Namikaze Yunus Minanto menyukai tulisan anda yang sangat bermanfaat semoga bisa jadi bahan renungan :)

  15. elmahera says:

    pak setelah saya membaca tulisan ini, saya lalu tersentuh sedalam-dalamnya..jadi kita hidup harus mensyukuri nikmat Allah. kalau tidak azab Allah sangatlah pedih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: