Keistimewaan Hari Jum’at

Sumber:Web

Hari jum’at adalah hari istimewa bagi umat muslim, banyak sekali hadits-hadits shahih yang menjelaskan tentang kebarokahan hari jum’at, Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahulloh dalam kitabnya Zaadul Ma’ad memuat hadits-hadits tersebut hingga beliau berkesimpulan paling tidak ada 33 kekhususan hari Jumat dari hari-hari yang lain. Al Hafizh Suyuthi menulis kitab yang beliau beri judul Al Lum’ah fi Khashoish Al Jumu’ah, adalah sebagai berikut:

1.DIsunahkan pada solat subuh hari jum’at ,imam yang membaca suarat al-sajaddah dan al-insan secara sempurna,karena hal ini yang telah di kerjakan oleh nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, karenanya jangan memotong sebagiannya seperti yang banyak dilakukan oleh para imam shalat.

2. Disunnahkan memperbanyak membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu perbanyaklah shalawat di hari Jum’at, karena shalawat akan disampaikan kepadaku.”

Para shahabat berkata: “Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para Nabi.” (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan sanad yang shahih).

3.Disunahkan membaca surat al-kahfi pada hari jum’at,karena seseorang membaca surat al-kahfi  akan terpancar cahayanya sampai ke atas ka’bah,dapat mempermudah urusan,dan keberkahan dalam hidup.

4- Ada saat yang mustajab ketika doa di kabulkan,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah radhiyallahu ‘anhu menyebutkan hari Jum’at lalu bersabda,

فِيْهِ سَاعَةٌ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Pada hari itu ada saat yang tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengannya dalam keadaan dia berdiri shalat yang ia meminta sesuatu kepada Allah Subhanahu wata’ala melainkan akan dikabulkan oleh-Nya.” (HR. al-Bukhari no. 935)

5-Akan di ampuni dosa-dosanya.

Maksudnya adalah bahwasanya adalah keberkahan hari jum’at siapa yang menunaikan solat jum’at dengan tuntunan  adab dan tata cara yang benar  maka dosa-dosanya (dosa kecil) yang terjadi di jum’at tersebut dan jum’at sebelumnya akan di ampuni.

Hal ini berdasarkan atas dalil sebuah hadist Rasulullah SAW yang artinya : “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara Jum’at tersebut dan ke Jum’at berikutnya.” ( HR. Bukhari)

Sebagai penutup, semoga kita sebagai umat muslim tetap beristiqamah untuk menjalankan sunnahnya dan menjadi hambanya yang bertaqwa. aamiin

Oleh: Siswa magang (PUSPITA BANGSA)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *