berkunjung ke Koran Tempo

Senin, 25 Juli 2011. Hari itu kami ada jadwal berkunjung ke Koran Tempo. Kami berangkat setelah sholat dzuhur dan makan siang. Kami dari jurusan Desain Grafis yang ikut kunjungan berjumlah 12 orang dan 3 orang pembimbing serta seorang tamu dari Pulau Nias. Lokasi koran tempo berada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dengan menumpang 2 mobil Carry kami langsung beranjak untuk menuju ke sana. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, kami sampai di lokasi tersebut. Setelah keluar dari mobil kami segera memesuki dan bertemu para staf dan masuk ke ruang yang telah disediakan pihak Koran Tempo.

Setelah semua rapi duduk, mereka berkenalan dengan kami. Tenyata kami langsung berhadapan dengan seorang kepala bagian desain grafis. Nampaknya beliau sudah kenal betul dengan instruktur kami yaitu pak Ferry. Enak juga jadi orang yang banyak kenalan, dan mereka langsung mempresentasikan tentang kondisi di sana, para pekerjanya, juga pengalaman mereka. Setelah panjang lebar berbicara menerangkan tentang majalah TEMPO kami mengambil kesimpulan bawa dunia disain itu tidak ada matinya. Walaupun sekarang orang disain sudah banyak tapi masih perlu ada penerusnya. Mudah-mudahan kami jadi penerus generasi atau pekerjaan yang tidak ada matinya itu. Mereka menyampaikan kalau sudah lebih jago dari Pak Ferry kami suruh langsung bilang kepada mereka untuk menjadi pekerja di sana (hehe) “ya mudah-mudahan bisa lebih jago”.

Kami juga banyak memberikan pertanyaan kepada mereka tentang  apa saja yang berhubungan dengan koran maupun disain grafis. Dijelaskan oleh bagian desain grafis TEMPO bahwa, “Desain sekarang sudah banyak yang menggunakan alat-alat dan tanpa menggunakan media koran lagi. Tapi mereka optimis bahwa dengan harga koran yang murah itu dapat dibeli oleh kalangan bawah dan standar yang dipakai adalah majalah/koran luar negeri karena disain mereka juga yang dirasakan sebagai sala satu sumber yang perlu dikembangkan lagi.”

Kami banyak mendapatkan masukan tentang desain dan cara bekerja yang handal dan penuh dengan semangat dan mereka juga berkata, “jangan mengaku sudah bisa kalau kenyataannya memang tidak bisa. Tapi mengaku biasa saja agar kita bisa lebih dari orang lain dalam hal belajar. Pokonya yang penting dalam desain grafis kemauan yang kuat, pengetahuan ternd, gaya hidup orang dan mau belajar dari kesalahan tapi jangan sekali-kali membuat kesalahan”.

Setelah beberapa jam kami bertanya tentang dan mendapat jawaban yang memuaskan, kami diperlihatkan orang-orang yang mendisain/para pekerja yang ada bagian-bagian khususnya. Ada yang bagian photo, ada yang bagian desain bodi texs/judul, ada yang layout korannya, dan salah satu yang kami sedang pelajari di RUMAH GEMILANG INDONESIA adalah INDESIGN CS 5 DAN POTOSHOP, ada beberapa sopfware yang kami juga belum tahu tapi intinya sama yaitu tentang berita dan photo. Setelah puas berkeliling di sana dengan menemui orang orang hebat itu membuat kami banyak mendapatkan pelajaran, kesibukan, kejelian, ketelitian, dan masih banyak yang lainnya.

Wah, pokoknya dunia koran dan majalah itu tidak akan pernah mati. Setiap orang dan individu membutuhkan informasi yang benar dan tepat agar banyak tahu tentang kondisi di luar daerah yang dia tidak ketahui. Ya dengan koran dan majalahlah kami dapat informasi tentang sesuatu kejadian, Dan setelah kami capek berkeliling di tempat itu kami langsung berpamitan dan berterimakasih, dan agar apa yang telah mereka sampaikan dapat kami mengambil pelajaran untuk kami. Setelah lelah kami pun pulang dengan oleh-oleh ilmu yang luar biasa dan pengetehuan yang luar bisa pula. Dalam perjalan piulang, kami sempat beristirahat di mesjid Agung Pondok Indah dan melaksnakan shlat Ashar. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan tujuan akhir kampus Rumah Gemilang Indonesia. [Anwar as-Sundawi, jurusan Desain Grafis.]

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *